Selasa, 23 Juli 2013

Cara menghitung laju evapotranspirasi dan Cara mengetahui kandungan NPK dalam jaringan tanaman


CARA MENGUKUR LAJU EVAPOTRANSPIRASI


Penghitungan ET dilakukan dalam tiga tahap yaitu :

1).  Pengaruh iklim terhadap kebutuhan air tanaman diberikan oleh ETo (evapotranspirasi tanaman referensi), yaitu “laju evapotranspirasi dari permukaan berumput luas setinggi 8-15 cm, rumput hijau yang tingginya seragam, tumbuh aktif, secara leng­kap menaungi permukaan tanah  dan tidak kekurangan air”. Empat metode yang  dapat digunakan adalah Blaney-Criddle, Radiasi,  Penman dan  Evaporasi Panci, dimodifikasi  untuk menghitung ETo dengan menggunakan  data iklim harian selama periode 10 atau 30 hari.
(2).  Pengaruh karakteristik tanaman terhadap kebutuhan air tanaman diberikan oleh koefisien tanaman (kc) yang menyatakan hubungan antara  ETo dan ET tanaman (ETtanaman = kc . ETo).  Nilai-nilai kc beragam dengan  jenis tanaman,  fase pertumbuhan tanaman, musim pertumbuhan, dan kondisi cuaca yang ada.
(3).  Pengaruh kondisi lokal dan praktek pertanian  terhadap kebutuhan air tanaman, termasuk variasi lokal  cuaca, tinggi tempat, ukuran petak lahan, adveksi angin, ketersediaan lengas lahan, salinitas, metode irigasi dan kultivasi tanaman.






CARA MENGHITUNG KANDUNGAN NPK DALAM JARINGAN TANAMAN


1.      Tahapan
  • Pengambilan sample
    Macam bahan, jumlah sample, lokasi dan waktu sampling
  • Penyiapan sample
    Pengeringan, penumpukan, pengayakan
  • Penyimpanan sample
    Tempat (botol atau plastik tertutup), kondisi (suhu, kelembaban dll), bentuk (padatan, cairan atau larutan/ekstrak)
  • Analisis
    Jenis analisis, metode, tingkat ketelitian, kemurnian, bahan kimia, ketrampilan analis, waktu, biaya dll
  • Penafsiran
    Satuan, konversi (pengenceran), perhitungan, referensi (acuan), kelayakan data, kemungkinan


2.      Pengambilan Sample

Bagian yang di jadikan Sample adalah:
Recently matured, fulle expoanded laeaves (Daun yang baru saja dewasa dan membuka sempurna)
Petioles from recently matured leaves (tangkai daun dari daun yang baru saja dewasa/matang

DAUN MUDA tidak boleh untuk bahan analisis


3.      Waktu Pengambilan Sample

  • Peak vegetative growth stage (titik puncak fase vegetatif/vegetatif maksimum)
  • Reproductive stage (fase generatif/panen buah)
Waktu pengambilan tidak terlalu pagi atau terlalu sore KARENA kandungan Nitrat lebih terakumulasi pada malam hari dan digunakan siang hari pada saat Nitrogen terbatas


4.      Bagian Yang Digunakan untuk Analisi

Bagian yang di jadikan sample juga harus memperhatikan jenis hara yang akan dianalisis
            Untuk analisis N lebih tepat pada bagian pucuk tanaman, sedangkan untuk P dan K lebih tepat pada bagian bawah/pangkal tanaman

Tanaman Nitrogen Phosphore Kalium

 


5. Hal Yang Perlu Diperhatikan 

  • 1. Idealnya analisis dilakukan mengikuti serapan hara sepanjang musim dengan melakukan uji lapangan 5 atau 6 kali. Kadar hara seharusnya lebih tinggi pada awal musim jika tanaman tidak mengalami stress.
  • 2. Kebutuhan hara maksimum bagi tanaman umumnya saat fase pembungaan, sehingga uji lapangan yang hanya sekali paling tepat pada fase tsb.
  • 3. Pembanding tanaman di daerah normal dan daerah defisiensi sangat bermanfaat
  • 4. Uji dilakukan pada 1015 tanaman dan hasilnya diratarata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar